
Berbagai wilayah di DKI Jakarta dan sekitarnya sempat terendam banjir pada Jumat (19/2/2021) dan Sabtu (20/2/2021) kemarin. Ini disebut memberikan kerugian signifikan terhadap berbagai sektor usaha di wilayah Ibu Kota dan sekitarnya.
Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengungkapkan, banjir yang terjadi di tengah pandemi Covid-19 menjadi pukulan tersendiri bagi para pelaku usaha dari berbagai sektor.
“Khususnya di sektor perdagangan sesuai pusat perdagangan, mall, restoran, pasar tradisional, hotel, serta logistik dan transportasi,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (22/2/2021).
Menurut Sarman, kondisi keuangan banyak pelaku usaha hingga saat ini masih terdampak oleh pandemi. Akhir pekan pun seharusnya dimanfaatkan sebagai momentum pemulihan arus keuangan.
Namun momentum itu sirna dengan datangnya banjir. Cuaca ekstrim yang melanda Jabodetabek dengan curah hujan yang sangat tinggi menimbulkan banjir yang tidak dapat dihindari.
Lebih lanjut Sarman mencotohkan, sebuah mall di bilangan Jakarta Selatan, yang jumlah pengunjungnya hanya hingga 40 persen pada Sabtu malam. Namun, ia tidak dapat mendetail berapa jumlah kerugian yang dialami oleh para pelaku usaha akibat banjir terjadi.
“Bagi pelaku usaha banjir di tengah pandemi Covid-19, ibarat sudah jatuh, tertimpa tangga pula, sudah berat semakin berat menghadapi tantangan ini,” kata dia.
Sarman berharap, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat melakukan berbagai langkah pencegahan banjir, sesuai pelaksanaan revitalisasi.
“Pelaku usaha sangat berharap agar masalah banjir ini dapat semakin dikendalikan sehingga tidak mengganggu berbagai aktivitas perekonomian dan masyarakat,” ucapnya.
Aktifkan Notifikasimu
Aktifkan
Kenapa Wallpaper Ponsel Gelap Sangat Direkomendasikan?? Bisa Menghemat Baterai!
Berkenalan Dengan Istilah Information Retrival Pada Pemrograman