
Direktur Enterprise and Business Service PT Telkom Indonesia (Persero Edi Witjara mengungkapkan, saat ini Telkom sedang dalam masa transformasi menjadi digital telco company.
Meski demikian, kata dia, Telkom tetap berorientasi kepada pelanggan atau customer-oriented. Hal ini sesuai dengan visi utama Telkom untuk menjadi digital telco pilihan utama untuk memajukan masyarakat.
“Telkom membagi area bisnis menjadi tiga domain besar, yakni digital connectivity, digital platform, dan digital services,” kata Edi dalam keterangan tertulisnya, Kamis (4/3/2021).
Keberadaan bisnis platform digital menjawab tantangan dan hambatan terkait pengelolaan data. Layanan big data diharapkan dapat memberikan solusi data yang komprehensif, sehingga bermanfaat dalam akselerasi digital untuk layanan terbaik.
Salah satu wujud bisnis layanan platform digital yang digagas Telkom adalah dukungan terhadap digitalisasi sektor hilir minyak dan gas bumi (migas).
Telkom berusaha menyukseskan program pemerintah dalam mewujudkan bahan bakar minyak (BBM) satu harga, subsidi BBM tepat sasaran, dan ketahanan energi.
Untuk itu, Telkom bersama Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menandatangani nota kesepahaman (MoU) tentang Pemanfaatan Potensi Bersama.
Penandatanganan MoU tersebut dilaksanakan oleh Edi Witjara dan Kepala BPH Migas M Fanshurullah Asa di Bogor, Selasa (2/3/2021).
MoU itu dimaksudkan sebagai upaya untuk memperkokoh BPH Migas dalam melakukan pengawasan dan pengaturan terhadap penyediaan dan distribusi BBM dan gas bumi.
Salah satu caranya adalah melalui penguatan pemanfaatan data melalui aspek digitalisasi. Dengan demikian, ketersediaan dan distribusi BBM oleh pemerintah dapat terjamin di seluruh Indonesia.
Kepala BPH Migas M Fanshurullah Asa mengungkapkan, digitalisasi itu berguna untuk memaksimalkan setiap kebijakan dan aturan BPH Migas di masa-masa sulit sesuai sekarang.
“Dengan adanya data jelas terkait ketersediaan dan distribusi BBM, maka kebijakan dan aturan BPH Migas akan efektif dan antisipatif dalam menghadapi berbagai kondisi,” jelasnya.
Adapun ruang lingkup kerja sama tersebut tidak hanya terbatas pada konektivitas, tetapi juga platform layanan digital yang disepakati dua belah pihak.
Sebelumnya, Telkom telah menuntaskan program digitalisasi SPBU di seluruh Indonesia. Sistem ini merupakan monitoring distribusi dan transaksi penjualan BBM di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) secara real-time untuk peningkatan standar layanan dan operasional.
Melalui digitalisasi itu, Pertamina dapat memantau kondisi stok dan penjualan tujuh jenis BBM, transaksi pembayaran di SPBU, serta pengelolaan penyaluran BBM bersubsidi.
Di samping itu, seluruh digitalisasi tersebut dapat diakses langsung oleh sejumlah pihak berwenang, sesuai Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kementerian Keuangan, serta BPH Migas.
Fanshurullah memaparkan, saat ini terdapat 5.518 SPBU Pertamina yang sudah masuk program digital Telkom.
“Semoga Telkom dapat terus mendukung pengelolaan pusat data hilir migas sekaligus operatornya,” harapnya.
Menyambung pernyataan Fanshurullah, Edi mengucapkan terima kasih atas kepercayaan BPH Migas untuk bersinergi dengan Telkom.
“Melalui kolaborasi ini, kedua belah pihak dapat saling memberikan manfaat dan nilai tambah sesuai kapabilitas masing-masing dan dapat terus meningkatkan pelayanan terbaik untuk masyarakat terkait kebutuhan BBM dan gas bumi,” katanya.
Edi berharap, ke depannya Telkom dapat terus hadir memberikan inovasi terbaik bagi BUMN juga korporasi lain di seluruh Indonesia.
“Diahrapkan langkah ini dapat meningkatkan value BUMN juga korporasi lain, serta mendukung cashless transaction di lingkungan masyarakat agar mampu memperkuat ekonomi digital Indonesia,” harapnya.
Aktifkan Notifikasimu
Aktifkan
Blogspot Auto Post Indonesia => https://malasnulis.my.id
Mengenal Pengertian dan Istilah Syntax Dalam Pemrograman