Ternyata Menilik Prospek Kinerja Mitratel Jangka Panjang PascaIPO - RZSAFE
News Update
Loading...

Tuesday, November 23, 2021

Ternyata Menilik Prospek Kinerja Mitratel Jangka Panjang PascaIPO

Ternyata Menilik Prospek Kinerja Mitratel Jangka Panjang PascaIPO

Pasca-penawaran perdadana saham atau initial public offering (IPO), PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel dinilai memiliki potensi bertumbuh.

Apalagi anak perusahaan Telkom tersebut memiliki menara telekomunikasi terbanyak dan tersebar merata hampir di seluruh wilayah Indonesia.

Menurut analis Verdhana Sekuritas Indonesia Nicholas Santoso dan Raymond Kosasih, pertumbuhan kinerja keuangan MTEL diprediksi lebih pesat dalam jangka panjang. Peluang bertumbuh tersebut didukung oleh kebutuhan para operator telekomunikasi ke depannya yang cukup tinggi.

Menilik Prospek Kinerja Mitratel Jangka Panjang PascaIPO


4+

KOMPAS.com: Berita Terpercaya

Baca Berita Terbaru Tanpa Terganggu Banyak Iklan

Dapatkan Aplikasi

“Mitratel memiliki kejelasan rencana pengembangan bisnis baik melalui akuisisi (anorganic) juga organic disertai keunggulan lokasi tower. Perseroan juga sangat siap menangkap peluang dalam menyambut era 5G karena lebih dari 50 persen menara Mitratel bersifat fiber-ready,” kata Nicholas dalam siaran pers, Rabu (24/11/2021).Sejalan dengan 5G dengan dukungan fiberisasi Mitratel juga dapat mengembangkan portfolio lain diantaranya edge computing dengan memanfaatkan space yang ada. Menurut Raymond, Mitratel memiliki potensi pertumbuhan organik yang pesat dalam jangka panjang, seiring masih besarnya potensi penyewaan menara telekomunikasi di Indonesia.“Kami memberikan outlook positif terhadap bisnis menara telekomunikasi di Indonesia, seiring dengan pesatnya pertumbuhan trafik data di dalam negeri dan sejalan dengan mulai diterapkannya 5G. Hal ini tentu akan berdampak positif terhadap Mitratel,” jelas Raymond.Besarnya peluang pertumbuhan kinerja Mitratel juga didukung oleh posisi perseroan sebagai penyedia menara telekomunikasi terbesar di Indonesia. Posisi tersebut menghasilkan potensi pertumbuhan, khususnya bersumber dari co-location (co-lo) yang tersebar di berbagai daerah.Hingga Agustus 2021, Mitratel tercatat memiliki 28.030 menara telekomunikasi dengan 42.016 penyewa. Angka tersebut menunjukkan rasio kolokasi 1,5 kali. Menara perseroan tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia dengan komposisi 57,3 persen menara berada di luar Pulau Jawa.Berdasarkan data, rasio kolokasi menara perseroan di luar Pulau Jawa hingga 1,39 kali dibandingkan di Jawa sekitar 1,64 kali. Hal ini menggambarkan masih besarnya potensi pertumbuhan penyewaan menara perseroan, khususnya di luar Pulau Jawa.Saat ini, Mitratel diperkirakan menguasai pangsa pasar sebesar 24 persen di Tanah Air. Angka tersebut menunjukkan peningkatan dari tahun 2018 yang sekitar 17 persen.

Baru-baru ini, Mitratel meraih dana Rp 18 triliun dari hasil IPO saham. Perseroan melepas sebanyak 22,9 miliar saham atau setara 27 persen.“Kami memperkirakan rata-rata pertumbuhan tahunan (CAGR) laba bersih Mitratel setelah IPO sebesar 44,8 persen untuk periode 2021-2023. CAGR pendapatan diperkirakan hingga 10 persen,” ungkap Nicholas dan Raymond.

Keunggulan Bisnis

Sementara itu, analis Samuel Sekuritas Yosua Zisokhi mengungkapkan, Mitratel memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan perusahaan menara telekomunikasi lainnya di Indonesia. Di antaranya, perseroan tercatat sebagai perusahaan menara telekomunikasi terbesar dengan jumlah 28.000 menara dan tenant sebanyak 42.016 penyewa. Apalagi, sebagian besar atau hingga 57 persen menara perseroan tersebar di luar Pulau Jawa dengan tenancy ratio masih rendah 1,39 kali.

“Dengan besarnya perkembangan industri telekomunikasi yang didukung masifnya bisnis digital, pertumbuhan penyewaan menara di luar Jawa bakal tinggi ke depannya. Apalagi, adanya keinginan operator untuk memperluas jangkauan,” tulis Yosua dalam risetnya.Keunggulan perseroan lainnya adalah kondisi keuangan yang sehat dengan DER 0,9 kali per semester I-2021 dan rasio net debt/EBITDA 2,3 kali. EV/EBITDA Mitratel juga diperkirakan sebesar 15,8 kali dibandingkan dengan rata-rata EV/EBITDA global sekitar 23 kali tahun ini.“Kondisi keuangan yang sehat tentu akan mendukung ekspansi perseroan. Langkah ekspansi tentu akan mudah dicapai setelah memperoleh dukungan dana dari hasil IPO saham dengan target penggunaan sebagian dana untuk akuisisi 6.000 menara baru,” tegas Yosua. Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Aktifkan Notifikasimu

Aktifkan

Blogspot Auto Post Indonesia => https://malasnulis.my.id

Inilah cara menulis artikel secara otomatis di blogger!


(KOM)(MLS)

Share with your friends

Give us your opinion
How To Use
  • Put the link on the
  • Generate Link box with http:// or https://
  • Use  CTRL + V  on keyboard to put the link.
  • Click Generate button to get encrypted link.
  • Click Copy URL button.
  • Done