
Penyaluran kredit perbankan terus mengalami pertumbuhan, seiring dengan mulai pulihnya perekonomian nasional.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, dari awal tahun hingga awal Desember 2021 (year to date/ytd) kredit perbankan tumbuh sebesar 3,98 persen.
Meskipun terus menunjukan tren positif, pertumbuhan itu dinilai masih belum maksimal.
OJK Sebut Pertumbuhan Kredit Perbankan Belum Optimal
4+
KOMPAS.com: Berita Terpercaya
Baca Berita Terbaru Tanpa Terganggu Banyak Iklan
Dapatkan Aplikasi
Hal itu terefleksikan dari rasio antara seluruh jumlah kredit yang diberikan bank dengan dana yang diterima oleh bank, loan to deposit ratio (LDR), sebesar 78,09 persen.
“Dukungan kebijakan saya kira cukup banyak, mulai kebijakan moneter, kebijakan fiskal, stimulus, POJK, dan juga ada subsidi pemerintah. Tapi kok (pertumbuhan kredit) belum optimal,” tutur Deputi Komisioner Pengawas Perbankan III OJK, Slamet Edy Purnomo, dalam webinar, Rabu (15/12/2021).
Menurutnya, pertumbuhan kredit yang belum optimal itu disebabkan beberapa hal.
Edy menyebutkan, saat ini sejumlah bank mencatatkan pemanfaatan plafon kredit yang relatif rendah, yakni di kisaran 60 persen.
Hal itu disebabkan masih adanya nasabah yang belum ingin melakukan ekspansi atau pengembangan, sehingga tidak melakukan pengajuan atau penarikan kredit bank.
“Kaya ada semacam traumatik pada saat kena Covid,” ujar Edy.
Selain itu, Edy menilai, saat ini terdapat potensi nasabah yang belum dapat dimaksimalkan oleh perbankan meskipun sudah dapat mengakses layanan keuangan perbankan atau bankable.
Nasabah tersebut merupakan nasabah yang sebelumnya memiliki catatan kredit macet, sehingga tergolong ke dalam daftar hitam nasional.
Dengan demikian, nasabah itu tidak lagi dapat memanfaatkan fasilitas kredit perbankan, dan mencari sumber pendanaan lain sesuai financial technology atau fintech lending.
“Beberapa diskusi saya dengan peer to peer lending, nasabah yang dulu macet menurut SLIK, begitu kita dampingi, kita kasih pembelajaran, ternyata dapat survive,” tutur Edy.
Melihat fenomena itu, Edy berharap, perbankan dapat meningkatkan kolaborasi dengan fintech, guna memaksimalkan potensi kredit.
Pada saat bersamaan, kolaborasi antara fintech dan perbankan, dapat menciptakan fasilitas pembiayaan yang terjangkau bagi masyarakat.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Aktifkan Notifikasimu
Aktifkan
Cara Menulis Artikel Otomatis di Blogger