Wow! Imbas Perang RusiaUkraina, Dollar AS Menguat ke Level Tertinggi sejak 2020 - RZSAFE
News Update
Loading...

Sunday, March 6, 2022

Wow! Imbas Perang RusiaUkraina, Dollar AS Menguat ke Level Tertinggi sejak 2020

Wow! Imbas Perang RusiaUkraina, Dollar AS Menguat ke Level Tertinggi sejak 2020

Mata uang dollar AS tercatat mengalami penguatan karena imbas perang Rusia dan Ukraina. Karena ketidakpastian akibat invasi Rusia, dollar AS ditimbun investor mengingat instrumen ini menjadi mata uang paling aman untuk dipegang.

Mengacu data Bloomberg, mata uang rupiah tercatat melemah 0,16 persen pagi ini. Nilainya naik menjadi Rp 14.410 per dollar AS atau melemah 23,5 poin dari penutupan Rp 14.386 per dollar AS.

Dikutip dari CNN, Senin (7/3/2022), dollar AS sepanjang pekan lalu naik ke level tertinggi sejak musim semi 2020 karena kekhawatiran investor terhadap ekonomi global dan pasar keuangan akibat konflik di kedua negara itu.

Imbas Perang RusiaUkraina, Dollar AS Menguat ke Level Tertinggi sejak 2020


Para investor memutuskan untuk melepas mata uang euro dan menggantinya dengan dollar AS. Alasannya, negara-negara eropa dekat sekali dengan konflik Rusia-Ukraina.

"Pasar Eropa sama sekali tidak menarik saat ini hanya karena eksposur geografis mereka ke Ukraina dan Rusia," kata ahli strategi ING Francesco Pesole dikutip dari CNN Business.

Selain di mata uang, hal serupa juga terjadi di pasar saham. Saham-saham AS terlihat lebih diminati dibanding saham eropa sejak invasi Rusia. Alasannya pun sama, AS lebih terisolasi dari perang dibanding negara blok eropa.

Tak ayal, harga gas alam di eropa hingga rekor tertinggi pekan lalu karena kekhawatiran adanya hambatan ekspor energi dari Rusia.

Di sisi lain, tingginya mata uang dolar AS menerima dorongan kuat dari bank sentralnya. Ketua The Fed Jerome Powell mengungkapkan, bank sentral berencana mulai menaikkan suku bunga di akhir bulan ini.

Suku bunga yang lebih tinggi akan membantu menarik modal dari luar negeri, terutama jika pembuat kebijakan di Eropa terpaksa menunda kenaikan suku bunga menjadi lebih lama.

Satu hal lagi, saat krisis, tidak ada investor mata uang dan pembuat kebijakan yang lebih suka bertahan daripada menjual. Tercatat dollar AS menyumbang sekitar 60 persen dari cadangan global pada tahun 2021.

"Pasar dan bank sentral ingin menahan dolar karena itu mata uang yang sangat likuid. Ini sangat dapat diperdagangkan, didukung oleh ekonomi yang sangat kuat dan solid," kata Pesole.

Tingginya dollar AS tentu dapat menggerus keuntungan bagi perusahaan yang mendulang uang di luar negeri. Kekhawatiran yang lebih besarnya yakni kenaikan dolar mempengaruhi negara berkembang, yang sering kali harus membayar utang dalam bentuk dollar AS.

Sudah ada beberapa kecemasan apakah ledakan ekonomi Rusia akan menyebabkan investor meninggalkan pasar yang lebih berisiko sesuai Brazil, Turki, atau Meksiko. Kenaikan dollar dapat menambah tekanan itu.

Pasalnya, ada beberapa obrolan perang Rusia di Ukraina dapat mengguncang dominasi dollar, memperkuat tekad Moskow bersama dengan Beijing mengembangkan mekanisme pembiayaan alternatif yang akan membuat sanksi Barat menjadi kurang efektif dari waktu ke waktu.

"Tapi tidak ada indikasi yang benar-benar bahwa dominasi dolar menyusut. (Kerja sama Rusia dengan China) adalah alur cerita yang hanya dapat (terjadi) untuk jangka panjang," beber dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Aktifkan Notifikasimu

Aktifkan

Blogspot Auto Post Indonesia => https://malasnulis.my.id

Cara Menulis Artikel Otomatis di Blogger


(KOM)(MLS)

Share with your friends

Give us your opinion
How To Use
  • Put the link on the
  • Generate Link box with http:// or https://
  • Use  CTRL + V  on keyboard to put the link.
  • Click Generate button to get encrypted link.
  • Click Copy URL button.
  • Done